Translate

Sabtu, 27 Oktober 2012

Resensi Novel "Cado-Cado Kuadrat Dokter Muda Serba Salah"



TUGAS BAHASA INDONESIA
Cado – Cado Kuadrat
Dokter Muda Serba Salah


Disusun Oleh :
Nama : Rica Damayanti
Kelas : XI IPA 4

Dinas Pendidikan Nasional Kota Bengkulu
SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu
Tahun Ajaran 2012/2013


Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Saya sebagai penyusun resensi ini mengucapkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT  yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, sehingga resensi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai waktu yang telah ditentukan. Saya berharap agar resensi ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan dan membuat orang terarik untuk membaca buku Cado-Cado Kuadrat Dokter Muda Serba Salah. Resensi ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru bidang bahasa Indonesia yakni Ibu Masraya, selain itu bisa untuk memudahkan seseorang dalam mengetahui isi buku tersebut dan tertarik membacanya.
Resensi ini isinya mencakup identitas buku, profil penulis, cerita buku, kelemahan dan kelebihan yang ada pada buku Cado-Cado Kuadrat Dokter Muda Serba Salah.
Dan tidak lupa saya berterima kasih kepada Ibu Masraya, selaku guru bidang bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas resensi ini. Terakhir, saya mengakui bahwa resensi ini tidak luput dari kekeliruan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca sangat diharapkan.


Bengkulu,      September 2012


Penyusun



Judul Buku    : Cado - Cado Kuadrat Calon Dokter Muda Serba Salah
Penulis          : Ferdiriva Hamzah
Penerbit         : Bukune
Tebal Buku    : 188 halaman
Ukuran Buku    : 13 x 19 cm
Kategori        : Komedi

              Buku yang berjudul Cado – Cado Kuadrat Dokter muda Serba Salah ini adalah buku yang ditulis oleh seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yaitu Ferdiriva Hamzah atau biasa dipanggil Riva. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari Faisal Hamzah dan Suriati. Salah satu hobi Riva adalah menulis, dalam bukunya diceritakan dia seseorang yang humoris sehingga buku yang ditulis pun memiliki unsur komedinya. Selain hobi menulis, saat ini ia sedang berpraktik sebagai dokter spesialis mata di Jakarta.
              Buku ini merupakan sebuah buku yang menceritakan tentang pengalaman Riva sewaktu menjalani masa ko-ass atau ko-assisten kedokteran di rumah sakit selama dua tahun. Dalam menjalani setiap ko-ass nya tersebut dia selalu memiliki pengalaman unik yang pastinya lucu, menarik dan pasti membuat ketawa apabila membacanya. Ada beberapa bagian ko-ass yang diceritakan dalam buku ini. Diantaranya, ko-ass Kulit dan Kelamin, Ilmu Penyakit Dalam, Paru, Ilmu Bedah, Ilmu Kandungan dan Kebidanan yang lebih populer dengan sebutan Obgym, Neurologi, Ilmu Kesehatan Anak, dan satu bagian sewaktu kuliah yaitu praktikum Parasitologi.Semuanya diceritakan oleh Riva dalam buku ini dengan ciri khas yang ia miliki.
            Dalam buku ini diceritakan, Riva menjalani ko-ass bersama sahabatnya yaitu Budi dan Evie. Pada masa ko-ass tersebut banyak pengalaman yang tidak bisa dilupakan karena memiliki keunikan tersendiri. Buku ini memiliki kesan yang berlebihan, ceritanya terlalu banyak dibuat-buat, namun jelas ada benarnya juga di balik cerita buku ini. Diceritakan hal-hal yang dirasakan pada masa ko-ass seperti setiap ko-ass pasti pernah merasakan saat badan sudah protes minta diistirahatkan, mata pun sudah sayu, apalagi pikiran yang  sudah tidak fokus lagi, tapi tugas juga tak bisa diganggu gugat. Tetap juga harus dilaksanakan. Itu semua pasti dirasakan oleh para ko-ass.
Riva dalam bukunya Cado – Cado Kuadrat ini bercerita selain keluhannya terhadap ko-ass,  perasaan dongkol, tidak adil, tidak senang tapi tidak bisa berbuat apa pun saat mendapati teman seko-ass yang menggunakan pengaruh kekuasaannya untuk berbuat sesuka hati sementara yang tidak punya pengaruh apa pun terpaksa harus gigit jari. Magical words “Dok, kirim salam” bukanlah omong kosong. Walaupun jarang diutarakan secara langsung, pasti biasanya ko-ass yang orang tuanya dokter “hidup”nya di dunia perko-assan akan lancar, aman, damai, terkendali. Ujiannya gampang, nilainya pun terjamin. Semua itu dirasakan Riva sangatlah tidak adil baginya.
Pada buku ini diceritakan pernah satu saat ketika menolong seorang ibu melahirkan, Riva dan Budi megang toa serta spanduk bertuliskan: "Ayo, Ibu ! Kamu bisa!" Sementara itu, Evie lompat-lompat dan jumpalitan di depan si Ibu kayak cheerleader, lengkap dengan pompomnya, sambil ikutan teriak-teriak, "Ayooo, Ibu bisaaa ! Tarik napassss! Doroooonggg ! Doroooooonggg! "
Ibu yang sedang menjalani persalinan itu saking terharunya melihat usaha mereka sampai teriak, "Doook! Huf...huf...huf.... Aduuuh... huf... huf... huf... dorong... dorong,  saya jadi pengen pup!...Huf...huf...huf! "
Tiba-tiba... Prrrooootttt !  Si Ibu beneran pup ! Alhasil, Riva, Budi, dan Evie dihukum PPDS untuk membersihkan lantai kamar bersalin”. Pada bagian itulah ceritanya sangat lucu. Jadi faktanya
dokter atau minimal anak Kedokteran itu hidupnya tidak bersih seperti kelihatannya ,bukti lainnya pupus di cerita Ferdiriva tentang praktikum Parastologi yang dijalaninya. Salah satu bahan praktikum yang dipakai di praktikum tersebut adalah faeces. Jelas bahkan anak Kedokteran yang seharusnya kebal terhadap hal-hal menjijikan seperti itu akan muntah juga.
Buku ini mungkin tidak sempurna, masih terdapat berbagai kelebihan dan kelemahannya. Kelebihan buku ini yakni sangat cocok bagi para calon dokter ataupun yang sedang menjalani ko-ass karena banyak pengalaman semasa ko-ass dan membuat kita menjadi memiliki tanggung jawab yang besar terhadap nyawa manusia. Dan terdapat berbagai amanat diantaranya “ Dibalik keseriusan mahasiswa kedokteran, ia pasti mempunyai pengalaman lucu. Pengalaman itulah yang akan sangat berharga untuk menjadi dokter yang lebih baik “. Selain itu buku ini juga sebagai hiburan bagi yang sedang merasa jenuh karena setiap membaca buku ini seseorang akan tertawa terbahak-bahak sehingga dapat menghilangkan stres.
Kelemahan buku ini, buku ini terdapat istilah-istilah kedokteran yang tidak diketahui oleh orang-orang yang bukan di bidang kedokteran. Gambar pada buku ini kurang baik untuk dilihat karena akan menimbulkan kesan yang negatif tanpa membacanya terlebih dahulu. Selain gambarnya, ada juga bagian cerita yang tidak cocok dibaca oleh anak-anak. Kertas yang digunakan pun kurang bagus.
Saya tidak mau terlalu banyak mengupas isi buku ini, karena jika dikupas terlalu dalam maka siapa pun yang baru mulai membaca buku ini tidak lagi merasa terhibur dan tertarik untuk membaca buku ini. Bagi yang bukan seorang dokter ataupun ko-ass, membaca buku ini kadang terkesan berlebihan, mengada-ngada dan biasa saja. Tapi bagi para ko-ass ataupun yang sedang menjalani ko-ass dan dokter buku ini menjadi pengingat manis akan kekonyolan dan kedodolan masa ko-ass. Namun, bukan berarti orang yang bukan ko-ass ataupun dokter tidak terhibur membaca buku ini, minimal setelah membaca buku ini akan mengerti bagaimana kehidupan ko-ass yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar